PERAN IMM DI DALAM PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH

    Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi kader yang khusus dibentuk oleh Muhammadiyah, bertujuan untuk melangsungkan dan mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dikalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual sangat dibutuhkan oleh Muhammadiyah untuk menopang dan memproduksi kader-kader dengan pikiran cerdas, diri penuh dengan keimanan kepada Allah SWT dan berjiwa sosial kemasyarakatan.


Hubungan Muhammadiyah dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah hubungan seperti orang tua dengan anaknya. Amal Usaha Muhammadiyah merupakan alat dakwah Muhammadiyah terdiri dari amal usaha bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain. Perguruan Tinggi Muhammadiyah masuk sebagai amal usaha yang bergerak dalam dunia pendidikan dan biasa dikenal sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ada hubungan segitiga yang tidak bisa dipisahkan antara Muhammadiyah, sebagai organisasi induk, kemudian Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai alat dakwah Muhammadiyah dan IMM sebagai generasi penerus Muhammadiyah.


Maka, siapapun Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah wajib untuk mematuhi aturan yang berlaku di Muhammadiyah dan membina serta mendidik penerus Muhammadiyah, kader  yang terwadahi dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM memiliki peran sentral di perguruan tinggi Muhammadiyah yaitu organisasi kader Muhammadiyah yang ada di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.


IMM harus mampu menjadi penggerak, dan mampu menyiapkan para pemimpin organisasi kemahasiswaan yang ada. Harapannya adalah apabila pemimpin organisasi kemahasiswaan adalah dari IMM maka seluruh organisasi kemahasiswaan bisa menjadi wadah persemaian kader Muhammadiyah.


Peran-peran Intelektual pada bidang akademik, IMM juga harus ambil bagian. Terutama prestasi dalam dunia akademik seperti karya tulis ilmiah, pekan karya ilmiah, penelitian mahasiswa, maupun karya-karya yang lain. IMM juga harus membina hubungan baik dengan pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah layaknya seorang anak kepada bapaknya tetapi tetap menjaga sikap korektif yang konstruktif, kritis selaku kader yang menjaga Amal Usaha Muhammadiyah tetap berada dalam jalur kaidah dan cita-cita Muhammadiyah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama